Kembali ke Portal Berita
Riset Literasi 14 Sep 2026 • 10:54 WIB

Ganasnya Dampak Polusi Udara Akibat Kabut Asap bagi Kesehatan

Kabut asap bukan hanya persoalan jarak pandang yang terganggu atau udara yang terasa pengap. Di balik lapisan asap yang menyelimuti suatu wilayah, terdapat berbagai polutan yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui udara yang kita hirup. Paparan kabut asap, terutama yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan, dapat memberikan dampak terhadap kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Apa yang Terkandung dalam Kabut Asap?


Kabut asap merupakan campuran berbagai gas dan partikel yang berasal dari proses pembakaran. Beberapa zat yang dapat ditemukan antara lain karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NOâ‚‚), sulfur dioksida (SOâ‚‚), senyawa organik volatil (VOC), ozon, debu, serta partikel hasil pembakaran.

Partikel-partikel berukuran kecil menjadi perhatian karena dapat terhirup dan masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Semakin tinggi konsentrasi polutan dan semakin lama seseorang terpapar, semakin besar pula potensi dampaknya terhadap kesehatan.

Mengapa Kabut Asap Berbahaya bagi Pernapasan?

Sistem pernapasan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling langsung terpapar polusi udara. Ketika menghirup udara yang tercemar kabut asap, saluran pernapasan dapat mengalami iritasi dan peradangan.

Dalam jangka pendek, paparan dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti batuk, tenggorokan terasa perih atau gatal, mata berair, hingga sesak napas. Bagi orang yang memiliki penyakit pernapasan seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), kondisi tersebut dapat menjadi lebih berat.

Paparan yang berlangsung terus-menerus juga dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada sistem pernapasan dan infeksi saluran pernapasan.

Dampaknya Tidak Hanya pada Paru-Paru

Bahaya kabut asap tidak berhenti pada sistem pernapasan. Polusi udara juga dapat memberikan dampak terhadap sistem kardiovaskular.

Paparan polutan tertentu dapat memicu peradangan dan memberikan tekanan terhadap sistem jantung serta pembuluh darah. Dalam kondisi paparan tertentu, hal ini dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan seperti hipertensi, stroke, dan penyakit jantung.

Selain itu, mata dan kulit juga dapat mengalami dampak langsung. Debu serta zat iritatif dalam asap dapat menyebabkan mata merah, perih, berair, dan mengalami iritasi. Kulit juga dapat mengalami iritasi dan peradangan akibat kontak dengan udara yang tercemar.

Siapa yang Lebih Rentan?

Tidak semua orang memiliki tingkat kerentanan yang sama terhadap kabut asap. Bayi, anak-anak, lansia, serta orang yang telah memiliki penyakit pernapasan perlu mendapatkan perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk.

Anak-anak, misalnya, masih mengalami perkembangan sistem pernapasan sehingga paparan polusi udara perlu diminimalkan. Begitu pula dengan lansia dan orang yang memiliki penyakit tertentu karena kondisi kesehatan mereka dapat lebih mudah memburuk ketika terpapar polusi.

Bagaimana Mengurangi Risiko Paparan?

Ketika kabut asap terjadi, mengurangi paparan merupakan langkah penting untuk melindungi kesehatan. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dibatasi, terutama ketika kualitas udara sedang buruk. Jika harus beraktivitas di luar, gunakan masker yang dapat membantu mengurangi masuknya partikel polutan ke saluran pernapasan.

Selain itu, hindari berada terlalu lama di kawasan yang dipenuhi asap dan perhatikan kondisi kelompok rentan di sekitar kita. Jika muncul keluhan seperti sesak napas atau batuk yang terus-menerus, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.

Udara Bersih adalah Kebutuhan Dasar

Kabut asap pada akhirnya bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga merupakan persoalan kesehatan masyarakat. Ketika kualitas udara menurun, masyarakat menjadi kelompok yang harus menanggung dampaknya.

Karena itu, upaya menjaga kualitas udara tidak cukup hanya dilakukan ketika kabut asap sudah muncul. Pencegahan kebakaran hutan dan lahan, pengendalian sumber pencemar, serta kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan menjadi bagian penting dalam menciptakan udara yang lebih sehat.

Udara bersih bukan sekadar kenyamanan, tetapi kebutuhan dasar untuk menjaga kesehatan manusia.


📚 Bacaan yang Bisa Menambah Wawasan

Ingin mengetahui lebih banyak tentang kesehatan lingkungan, polusi udara, dan berbagai isu kesehatan lainnya?

📖 Yuk, lengkapi wawasan Anda dengan membaca buku-buku pilihan dari Get Press Indonesia.

Temukan berbagai buku akademik dan referensi yang dapat menunjang pengetahuan serta pembelajaran Anda.

🛒 Tertarik membaca? Beli bukunya melalui link berikut :

  1. Kesehatan Lingkungan Pemukiman Dan Perkotaan 
  2. Pencemaran Udara Dan Perubahan Iklim 
  3. Konsep Dan Prinsip Penyehatan Udara 
  4. Penyehatan Udara 2023 
  5. Pencemaran Udara 2026 

📚 Membaca hari ini, menambah wawasan untuk menjaga kesehatan dan lingkungan di masa depan. 🌿