Mengapa Guru Perlu Menjadi Penulis di Era Literasi Baru
Guru yang menulis dapat memperkuat pembelajaran, membangun dokumentasi praktik baik, dan membantu murid memahami gagasan secara lebih dekat.
Guru berada di garis depan pengalaman belajar. Setiap hari, guru melihat bagaimana murid memahami teks, mengajukan pertanyaan, dan menyusun gagasan. Pengalaman itu sangat berharga jika dituliskan menjadi artikel, modul, buku ajar, atau catatan reflektif.
Di tengah dorongan literasi nasional, kemampuan guru untuk menulis menjadi semakin penting. Tulisan guru dapat menjembatani teori dengan praktik kelas, sekaligus memperkaya bahan bacaan yang dekat dengan konteks lokal.
Menulis juga membantu guru menilai tulisan murid dengan lebih peka. Guru yang pernah melewati proses menyusun kerangka, menimbang diksi, dan merevisi paragraf biasanya lebih mudah memberi umpan balik yang konkret.
Tips: mulai dari catatan pendek setelah mengajar. Pilih satu masalah pembelajaran, tuliskan konteksnya, strategi yang dicoba, hasilnya, lalu simpan sebagai draf artikel.
Referensi: Perpusnas RI - Pembekalan KKN Tematik Literasi 2025.