Kembali ke Portal Berita
Buku 02 Oct 2026 • 15:02 WIB

Mengenal Editor Substantif: Lebih dari Sekadar Memperbaiki Bahasa

Dalam proses penerbitan sebuah buku atau naskah, penyuntingan menjadi salah satu tahap penting untuk memastikan tulisan memiliki kualitas yang baik. Namun, penyuntingan tidak hanya berkaitan dengan memperbaiki ejaan, tata bahasa, atau tanda baca. Ada jenis penyuntingan yang melihat naskah secara lebih menyeluruh, yaitu penyuntingan substantif.

Apa Itu Editor Substantif?

Editor substantif adalah editor yang melakukan peninjauan secara mendalam terhadap isi, struktur, alur pembahasan, argumentasi, dan penyajian sebuah naskah.

Jika penyuntingan bahasa berfokus pada apakah sebuah kalimat sudah benar secara tata bahasa, editor substantif melihat lebih jauh: apakah gagasan dalam naskah sudah jelas, apakah pembahasannya tersusun secara logis, dan apakah isi naskah mampu menyampaikan tujuan kepada pembaca.

Dengan demikian, editor substantif tidak hanya memperbaiki kata atau kalimat, tetapi membantu memastikan bahwa naskah memiliki isi dan struktur yang kuat.

Apa Saja yang Diperiksa Editor Substantif?

Dalam melakukan penyuntingan, editor substantif dapat memperhatikan berbagai aspek dalam naskah, antara lain:

  • Isi dan gagasan, untuk memastikan pembahasan jelas dan sesuai dengan tujuan tulisan.
  • Struktur naskah, agar setiap bagian tersusun secara sistematis dan memiliki keterkaitan.
  • Alur pembahasan, sehingga pembaca dapat mengikuti gagasan dengan mudah.
  • Argumentasi, untuk melihat apakah pendapat atau kesimpulan didukung oleh pembahasan yang memadai.
  • Bukti dan referensi, terutama untuk memastikan klaim dalam naskah memiliki dukungan yang sesuai.
  • Keterbacaan, agar bahasa dan penyajian dapat dipahami oleh target pembaca.

Editor Substantif Bukan Sekadar Copy Editor

Editor substantif memiliki fokus yang lebih luas dibandingkan penyuntingan pada tingkat bahasa.

Copy editor umumnya berfokus pada aspek seperti ejaan, tata bahasa, tanda baca, konsistensi istilah, dan gaya penulisan. Sementara itu, editor substantif menilai kualitas naskah secara keseluruhan.

Pertanyaan yang diperhatikan bukan hanya “Apakah kalimat ini sudah benar?”, tetapi juga:

Apakah gagasannya jelas? Apakah pembahasannya logis? Apakah struktur naskah sudah tepat? Apakah argumentasinya cukup kuat?

Karena itu, sebuah naskah yang sudah memiliki bahasa yang baik belum tentu memiliki struktur dan isi yang optimal.

Mengapa Penyuntingan Substantif Penting?

Penyuntingan substantif dapat membantu penulis menemukan bagian-bagian naskah yang masih perlu dikembangkan, diperjelas, dipindahkan, atau disusun kembali.

Melalui proses ini, naskah diharapkan menjadi lebih sistematis, koheren, jelas, dan mudah dipahami oleh pembaca.

Bagi dunia penerbitan, kemampuan melakukan penyuntingan substantif juga penting karena kualitas sebuah buku tidak hanya ditentukan oleh tampilan dan penggunaan bahasa, tetapi juga oleh kekuatan isi dan penyajiannya.

Yuk, Tingkatkan Kompetensi sebagai Editor!

Menjadi editor substantif membutuhkan kemampuan untuk membaca naskah secara kritis, memahami struktur tulisan, menganalisis argumentasi, serta memberikan masukan yang konstruktif kepada penulis.

Karena itu, meningkatkan kompetensi melalui pelatihan menjadi salah satu langkah penting bagi siapa saja yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang penyuntingan dan penerbitan.

📚 Ikuti Pelatihan Editor Substantif bersama Get Press Indonesia!

1789743714_event_editor-substantif-buku.jpeg
Pelatihan Editor Substantif Buku - Daftar disini

Pelajari lebih dalam teknik penyuntingan substantif dan kembangkan kemampuan untuk menghasilkan naskah yang lebih terstruktur, koheren, dan siap diterbitkan.

Jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dan menjadi editor yang semakin profesional!