Kembali ke Portal Berita
Penulis 14 Oct 2026 • 09:21 WIB

Pengaruh Peringkat SINTA terhadap Usulan JAD: Apa yang Perlu Diperhatikan Dosen?

Perbedaan peringkat jurnal SINTA yang Anda tuju membawa dampak signifikan terhadap perolehan Angka Kredit (AK) serta kelancaran proses pengajuan Kenaikan Jabatan Akademik (JAD).

Pengaruh Peringkat SINTA terhadap Usulan JAD

Perbedaan peringkat jurnal SINTA yang Anda tuju membawa dampak signifikan terhadap perolehan Angka Kredit (AK) serta kelancaran proses pengajuan Kenaikan Jabatan Akademik (JAD).

Rincian Nilai Maksimal Angka Kredit (AK) Berdasarkan Klaster SINTA

Berdasarkan Kepmendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2026, berikut rincian bobot maksimal AK untuk setiap klaster SINTA:

  • SINTA 1 & 2 (Maksimal 25 AK): Kategori sulit ditembus karena menuntut kebaruan (novelty) riset yang tinggi dan metodologi kompleks; sangat direkomendasikan untuk syarat kenaikan jabatan ke Lektor Kepala hingga Guru Besar.
  • SINTA 3 & 4 (Maksimal 20 AK): Kategori tingkat kesulitan menengah yang berfokus pada validitas data dan struktur penulisan; sangat ideal sebagai syarat kenaikan jabatan ke Lektor.
  • SINTA 5 & 6 (Maksimal 15 AK): Kategori yang lebih mudah diakses karena berfokus pada kesesuaian format standar; cocok bagi peneliti pemula, syarat kelulusan mahasiswa, maupun usulan ke Asisten Ahli.bagian Persentase Angka Kredit Tim Penulis

Berdasarkan pedoman penilaian karya ilmiah, proporsi pembagian nilai AK diatur sebagai berikut:

  • Penulis Pertama sekaligus Penulis Korespondensi mendapatkan 60% dari total AK.
  • Penulis Pertama (bukan korespondensi) mendapatkan 50% dari total AK.
  • Penulis Korespondensi (bukan penulis pertama) mendapatkan 50% dari total AK.
  • Penulis Anggota mendapatkan sisa persentase nilai yang dibagi rata ke seluruh anggota tim.

Contoh Simulasi Kasus

Sebuah tim yang terdiri dari 3 orang (1 Penulis Pertama merangkap Korespondensi, serta 2 Penulis Anggota) menerbitkan naskah di jurnal SINTA 3 (Maksimal 20 AK). Perhitungannya adalah:

• Penulis Pertama & Korespondensi: 60% x 20 AK.

• Penulis Anggota 1: Sisa 40% (8 AK) dibagi 2 Orang = 4 AK.

• Penulis Anggota 2: Sisa 40% (8 AK) dibagi 2 Orang = 4 AK.

Tantangan Utama dalam Publikasi SINTA

Kesulitan menembus jurnal SINTA kerap kali bukan semata-mata pada kualitas risetnya, melainkan akibat ketidaksesuaian dengan gaya selingkung (template), metodologi penulisan yang kurang tajam, atau kendala dalam merevisi catatan dari reviewer. Kesalahan strategi ini berisiko membuang waktu serta menunda target kelulusan dan kenaikan pangkat akademik Anda.

8 Tips Menulis Artikel Ilmiah agar Berpeluang Terbit di Jurnal Terindeks SINTA

Publikasi artikel ilmiah pada jurnal terindeks SINTA menjadi salah satu upaya akademisi dan peneliti untuk menyebarluaskan hasil penelitian serta memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Namun, proses publikasi membutuhkan persiapan yang matang agar naskah sesuai dengan standar dan ketentuan jurnal yang dituju.

Mulai dari menentukan topik penelitian, menyusun struktur artikel, hingga memastikan etika penulisan, setiap tahapan perlu diperhatikan. Lantas, bagaimana cara mempersiapkan artikel ilmiah agar lebih siap untuk diajukan ke jurnal terindeks SINTA? Berikut delapan tips yang dapat diterapkan.

1. Pilih Topik Penelitian yang Relevan dan Memiliki Kebaruan

Langkah awal dalam menulis artikel ilmiah adalah menentukan topik yang sesuai dengan bidang keilmuan serta relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan atau kebutuhan masyarakat.

Selain relevan, penelitian perlu memiliki unsur kebaruan atau novelty. Kebaruan dapat berkaitan dengan temuan, pendekatan, sudut pandang, atau pengembangan penelitian sebelumnya yang memberikan kontribusi bagi bidang yang dikaji.

Untuk menemukan topik yang potensial, penulis dapat membaca artikel penelitian terbaru, menelaah hasil penelitian terdahulu, dan mengidentifikasi celah penelitian (research gap). Penelusuran melalui basis data jurnal juga dapat membantu penulis memahami perkembangan topik yang sedang banyak dikaji.

2. Pelajari Pedoman Penulisan Jurnal yang Dituju

Setiap jurnal memiliki ketentuan penulisan yang berbeda. Oleh karena itu, penulis perlu mempelajari pedoman bagi penulis atau author guidelines sebelum mengirimkan naskah.

Beberapa aspek yang perlu diperiksa meliputi format naskah, sistematika artikel, gaya sitasi, batas jumlah kata, serta ketentuan tabel dan gambar. Penulis juga perlu memastikan bahwa fokus dan cakupan jurnal sesuai dengan topik penelitiannya.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mempelajari beberapa artikel yang telah diterbitkan oleh jurnal tujuan. Langkah ini membantu penulis memahami karakteristik penulisan dan penyajian hasil penelitian yang digunakan oleh jurnal tersebut.

Jangan lupa memeriksa informasi peringkat dan status akreditasi jurnal melalui sumber resmi agar sesuai dengan kebutuhan publikasi.

3. Susun Artikel dengan Struktur yang Sistematis

Artikel ilmiah yang terstruktur dengan baik akan membantu pembaca memahami tujuan, proses, dan hasil penelitian secara lebih jelas. Struktur artikel dapat berbeda sesuai jenis tulisan dan ketentuan jurnal, tetapi artikel penelitian umumnya mencakup bagian-bagian berikut.

  • Abstrak: Merangkum tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan penelitian secara singkat.
  • Pendahuluan: Menjelaskan latar belakang masalah, urgensi penelitian, tujuan, serta kebaruan yang ditawarkan.
  • Metodologi: Menguraikan metode dan tahapan penelitian secara jelas dan sistematis.

  • Hasil dan pembahasan: Menyajikan temuan penelitian disertai analisis serta interpretasi yang relevan.

  • Kesimpulan: Merangkum temuan utama dan, jika diperlukan, memberikan saran untuk penelitian selanjutnya.

Pastikan setiap bagian memiliki keterkaitan yang logis. Penggunaan subjudul yang jelas juga dapat membantu pembaca mengikuti alur pembahasan dengan lebih mudah.

4. Gunakan Bahasa Ilmiah yang Jelas dan Tepat

Kualitas artikel ilmiah tidak hanya ditentukan oleh hasil penelitian, tetapi juga oleh kemampuan penulis menyampaikan gagasan secara jelas. Gunakan bahasa baku yang sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah serta hindari kalimat berbelit-belit dan istilah yang memiliki makna ambigu.

Lakukan penyuntingan untuk memeriksa tata bahasa, ejaan, konsistensi istilah, dan keterpaduan antarparagraf. Jika memungkinkan, mintalah bantuan rekan sejawat atau editor untuk meninjau naskah sebelum dikirimkan.

Perangkat bantu pemeriksaan bahasa, seperti Grammarly atau QuillBot, dapat digunakan untuk membantu proses penyuntingan. Namun, hasilnya tetap perlu diperiksa kembali agar sesuai dengan konteks ilmiah dan maksud penulis.

5. Gunakan Kutipan dan Referensi yang Kredibel

Referensi berperan penting dalam memperkuat argumentasi dan menunjukkan landasan ilmiah suatu penelitian. Pilih sumber yang relevan, kredibel, dan cukup mutakhir sesuai kebutuhan topik yang dibahas.

Untuk mempermudah pengelolaan referensi, penulis dapat memanfaatkan aplikasi seperti Zotero, Mendeley, atau EndNote. Aplikasi tersebut membantu menyimpan sumber, mengatur sitasi, dan menyusun daftar pustaka.

Pastikan seluruh kutipan dalam naskah tercantum dalam daftar pustaka dan mengikuti gaya referensi yang ditetapkan jurnal, misalnya APA, MLA, atau Chicago. Konsistensi dalam penggunaan sitasi juga perlu diperiksa sebelum naskah dikirimkan.

6. Terapkan Etika Penulisan Ilmiah

Integritas akademik merupakan bagian penting dalam publikasi ilmiah. Penulis perlu menghindari plagiarisme, mencantumkan sumber gagasan yang digunakan, serta memastikan bahwa kontribusi pihak lain diakui secara tepat.

Ketika mengembangkan gagasan dari sumber terdahulu, sampaikan kembali dengan pemahaman dan bahasa sendiri tanpa mengubah makna aslinya. Parafrasa tetap harus disertai sitasi yang sesuai.

Penulis juga dapat menggunakan perangkat pemeriksa kemiripan teks, seperti Turnitin atau iThenticate, untuk membantu mengidentifikasi bagian naskah yang memiliki kemiripan dengan sumber lain.

Perlu diperhatikan bahwa tidak ada satu angka batas kemiripan yang berlaku universal untuk semua jurnal. Ambang similarity index harus mengikuti kebijakan jurnal atau institusi terkait. Hasil pemeriksaan kemiripan juga perlu ditinjau berdasarkan konteks, bukan sekadar berpatokan pada persentase.

7. Manfaatkan Masukan Reviewer untuk Memperbaiki Naskah

Proses publikasi dapat melibatkan evaluasi dan revisi. Jika artikel mendapatkan masukan dari reviewer, pelajari setiap komentar dengan cermat untuk mengetahui bagian yang perlu diperbaiki.

Susun daftar masukan, tentukan prioritas revisi, kemudian perbaiki substansi penelitian, argumentasi, metode, atau aspek penulisan sesuai kebutuhan. Apabila naskah belum diterima, evaluasi penyebabnya dan pertimbangkan jurnal lain yang memiliki fokus serta cakupan sesuai.

Penolakan bukan berarti proses menulis harus berhenti. Evaluasi dan revisi dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas artikel sebelum diajukan kembali.

8. Bangun Konsistensi dan Ketekunan dalam Menulis

Menulis dan memublikasikan artikel ilmiah membutuhkan waktu, latihan, serta komitmen. Karena itu, penting bagi penulis untuk membangun kebiasaan menulis secara konsisten.

Buat jadwal menulis yang realistis, tetapkan target penyelesaian setiap bagian, dan lakukan evaluasi secara berkala. Penulis juga dapat bergabung dalam kelompok diskusi atau berkolaborasi dengan rekan peneliti untuk bertukar ide dan mendapatkan masukan.

Dengan kebiasaan tersebut, proses penyusunan artikel dapat berjalan lebih terarah dan kemajuan penulisan lebih mudah dipantau.

Kesimpulan

Menyiapkan artikel untuk jurnal terindeks SINTA memerlukan perencanaan, ketelitian, dan pemahaman terhadap standar publikasi ilmiah. Pemilihan topik yang relevan, kebaruan penelitian, struktur yang sistematis, penggunaan referensi yang tepat, serta kepatuhan terhadap etika akademik merupakan aspek penting dalam proses tersebut.

Selain itu, penulis perlu mempelajari pedoman jurnal tujuan, terbuka terhadap masukan, dan konsisten memperbaiki kualitas naskah. Langkah-langkah ini dapat membantu meningkatkan kesiapan artikel untuk melalui proses evaluasi, meskipun penerimaan tetap bergantung pada kualitas naskah dan kebijakan jurnal.

Ingin meningkatkan keterampilan menulis dan mempersiapkan publikasi ilmiah dengan lebih baik?

Get Press Indonesia mendukung pengembangan kompetensi penulis, dosen, peneliti, dan akademisi melalui layanan serta program pelatihan di bidang penulisan dan publikasi ilmiah.

Mari terus belajar, mengembangkan karya, dan memperluas manfaat ilmu pengetahuan melalui publikasi yang berkualitas.