Kembali ke Portal Berita
Event Literasi 19 Sep 2026 β€’ 12:52 WIB

Pelatihan Get Press untuk Mewujudkan SDM Profesional dalam Penerbitan Ilmiah

Perkembangan dunia akademik meningkatkan kebutuhan akan publikasi ilmiah yang berkualitas dan profesional. Jurnal, buku akademik, monograf, prosiding, hingga publikasi digital menjadi sarana penting dalam penyebaran ilmu pengetahuan. Untuk menjaga mutu dan integritas publikasi, diperlukan sumber daya manusia yang kompeten dalam setiap proses penerbitan. Oleh karena itu, Program Peningkatan Kompetensi Pelaku Penerbitan Ilmiah hadir sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan profesionalisme tim penerbitan serta membangun standar kerja yang berkualitas.


Perkembangan dunia akademik membuat kebutuhan terhadap publikasi ilmiah semakin meningkat. Jurnal ilmiah, buku akademik, monograf, prosiding, hingga berbagai bentuk publikasi digital menjadi bagian penting dalam penyebaran pengetahuan. Namun, meningkatnya jumlah publikasi perlu diikuti dengan pengelolaan yang profesional, berkualitas, dan berintegritas.

Penerbitan ilmiah bukan sekadar proses menerbitkan naskah. Di dalamnya terdapat rangkaian pekerjaan mulai dari seleksi naskah, penyuntingan, penelaahan, pengelolaan metadata, penerbitan, hingga distribusi dan diseminasi. Karena itu, kompetensi sumber daya manusia yang terlibat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga mutu publikasi. 

Perkembangan dunia akademik membuat kebutuhan terhadap publikasi ilmiah semakin meningkat. Jurnal ilmiah, buku akademik, monograf, prosiding, hingga berbagai bentuk publikasi digital menjadi bagian penting dalam penyebaran pengetahuan. Namun, meningkatnya jumlah publikasi perlu diikuti dengan pengelolaan yang profesional, berkualitas, dan berintegritas.

Atas dasar kebutuhan tersebut, Program Peningkatan Kompetensi Pelaku Penerbitan Ilmiah dapat menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kemampuan tim penerbitan sekaligus membangun standar kerja yang lebih profesional.

Apa Itu Penerbitan Ilmiah?

Penerbitan ilmiah merupakan proses pengelolaan dan penyebarluasan karya yang memiliki nilai akademik atau keilmuan kepada pembaca. Bentuknya dapat berupa jurnal ilmiah, buku ilmiah, monograf, book chapter, prosiding, maupun publikasi digital.

Dalam prosesnya, penerbitan melibatkan berbagai pihak dengan tanggung jawab yang berbeda, seperti penulis, editor, reviewer, manajer jurnal, copyeditor, proofreader, tenaga produksi, pengelola platform, hingga staf administrasi.

Setiap peran membutuhkan kompetensi yang berbeda. Editor, misalnya, perlu memahami penyuntingan dan etika publikasi, sedangkan pengelola jurnal perlu memahami workflow editorial, reviewer, platform jurnal, metadata, dan pengelolaan publikasi. 

Mengapa Kompetensi Pelaku Penerbitan Perlu Ditingkatkan?

Pertumbuhan publikasi ilmiah tidak cukup hanya dilihat dari jumlah karya yang berhasil diterbitkan. Kualitas tata kelola, integritas editorial, dan profesionalisme pengelola juga perlu diperhatikan.

Standar kompetensi dibutuhkan agar pekerjaan dalam penerbitan dapat memiliki acuan yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Program pelatihan dapat membantu peserta memahami proses kerja secara lebih sistematis, mengenali standar yang relevan, serta meningkatkan kemampuan dalam menjalankan tugas sesuai perannya.

Tujuan Program

Program Peningkatan Kompetensi Pelaku Penerbitan Ilmiah dirancang untuk:

  • meningkatkan pemahaman tentang ekosistem penerbitan ilmiah
  • meningkatkan keterampilan teknis dalam pengelolaan naskah
  • memperkuat kemampuan editorial dan manajemen publikasi
  • memahami prinsip etika dan integritas publikasimeningkatkan kemampuan pengelolaan jurnal dan buku ilmiah
  • mengenal pengelolaan DOI dan metadata
  • meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam penerbitan
  • membangun budaya kerja yang profesional dan berorientasi pada mutu.

Program semacam ini juga sejalan dengan perkembangan pelatihan penerbitan di Indonesia yang mulai diarahkan pada kompetensi berbasis standar profesi dan kebutuhan industri. 

Materi yang Dapat Dikembangkan dalam Pelatihan

1. Dasar-Dasar Penerbitan Ilmiah

Peserta terlebih dahulu memahami bagaimana ekosistem penerbitan ilmiah bekerja, mulai dari penulis hingga publikasi.

Materi dapat mencakup:

  • pengenalan penerbitan ilmiah
  • jenis-jenis publikasi ilmiah
  • alur penerbitan buku dan jurnal
  • peran penerbit
  • peran editor dan reviewer
  • standar kualitas publikasi
  • perkembangan penerbitan digital.

Pemahaman dasar ini penting agar setiap anggota tim mengetahui bagaimana pekerjaannya terhubung dengan proses penerbitan secara keseluruhan.

2. Manajemen dan Seleksi Naskah

Naskah yang masuk ke penerbit perlu melalui proses seleksi sebelum diterbitkan. Peserta dapat dilatih untuk memahami bagaimana menilai kelayakan awal sebuah naskah, menentukan kesesuaian dengan fokus publikasi, serta mengelola naskah secara sistematis.

Untuk jurnal ilmiah, pengelolaan naskah juga berkaitan dengan proses review dan komunikasi antara penulis, editor, dan reviewer.

3. Kompetensi Editorial

Editorial menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kualitas publikasi.

Materi dapat meliputi:

  • editorial assessment
  • penyuntingan substantif
  • penyuntingan mekanis
  • copyediting
  • proofreading
  • konsistensi gaya selingkung
  • pemeriksaan struktur dan sistematika
  • komunikasi dengan penulis.

Kompetensi tersebut membantu memastikan bahwa naskah tidak hanya memiliki isi yang baik, tetapi juga disajikan secara konsisten dan mudah dipahami.

4. Pengelolaan Jurnal Ilmiah

Bagi tim yang menangani jurnal, pelatihan dapat diarahkan pada pengelolaan jurnal secara menyeluruh.

Materinya dapat mencakup:

  • workflow jurnal
  • pengelolaan naskah
  • proses peer review
  • tugas editor
  • tugas reviewer
  • pengelolaan OJS
  • metadata artikel
  • DOI
  • penerbitan berkala
  • pengelolaan website jurnal.

Standar kompetensi penerbitan jurnal saat ini juga mencakup berbagai fungsi seperti penilaian naskah, penyuntingan, penelaahan substansi, pengelolaan hasil review, hingga pengelolaan teknologi informasi situs jurnal. 

5. Etika dan Integritas Publikasi

Publikasi ilmiah membutuhkan integritas. Karena itu, pelaku penerbitan perlu memahami berbagai persoalan etika yang dapat muncul selama proses publikasi.

Materi dapat mencakup:

  • plagiarisme
  • authorship
  • konflik kepentingan
  • manipulasi data
  • duplicate publication
  • correction
  • retraction
  • tanggung jawab editor dan reviewer.

Pedoman penerbitan ilmiah juga menempatkan authorship, plagiarisme, konflik kepentingan, koreksi, dan retraction sebagai bagian penting dari etika publikasi.

6. ISBN, ISSN, DOI, dan Metadata

Pelaku penerbitan juga perlu memahami identitas dan informasi bibliografis sebuah publikasi.

Materi dapat mengenalkan:

ISBN untuk buku, ISSN untuk terbitan berkala, serta DOI sebagai identitas digital publikasi.

Selain itu, peserta dapat mempelajari pentingnya metadata seperti judul, nama penulis, afiliasi, abstrak, kata kunci, DOI, dan informasi bibliografis lainnya.

Pengelolaan DOI dan metadata menjadi bagian yang semakin penting dalam penerbitan ilmiah karena berhubungan dengan identifikasi, penemuan, dan keterhubungan publikasi secara digital.

7. Pemanfaatan Teknologi dalam Penerbitan

Digitalisasi telah mengubah cara publikasi ilmiah dikelola. Oleh sebab itu, pelaku penerbitan perlu memiliki kemampuan menggunakan berbagai perangkat dan platform digital.

Pelatihan dapat membahas:

  • pengelolaan platform jurnal
  • OJS
  • pengelolaan metadata
  • digital publishing
  • reference management
  • software pemeriksa kemiripan
  • tools pemeriksa bahasa
  • penggunaan AI secara etis dalam proses penerbitan.

Teknologi sebaiknya diposisikan sebagai alat pendukung pekerjaan, bukan pengganti tanggung jawab editorial dan penilaian profesional.

Siapa yang Perlu Mengikuti?

Program ini dapat ditujukan kepada berbagai pihak yang terlibat dalam proses penerbitan ilmiah, antara lain:

πŸ‘€ Editor dan staf editorial
πŸ‘€ Pengelola jurnal
πŸ‘€ Reviewer
πŸ‘€ Copyeditor dan proofreader
πŸ‘€ Tim produksi dan layout
πŸ‘€ Pengelola platform publikasi
πŸ‘€ Staf administrasi penerbitan
πŸ‘€ Manajer penerbitan
πŸ‘€ Tim penerbit buku ilmiah

Ruang lingkup kompetensi penerbitan ilmiah memang tidak terbatas pada editor dan pengelola jurnal. Pengembangan kompetensi juga dapat mencakup penerbitan buku ilmiah, prosiding, metadata, infrastruktur digital, serta manajemen penerbitan. 

Metode Pelatihan

Agar pelatihan tidak hanya memberikan teori, kegiatan dapat menggunakan metode yang lebih interaktif:

πŸ“– Pemaparan Materi

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep dan standar penerbitan ilmiah.

πŸ’¬ Diskusi

Peserta dapat membahas berbagai permasalahan yang sering muncul dalam pekerjaan sehari-hari.

πŸ” Studi Kasus

Peserta diberikan contoh kasus terkait naskah, editorial, plagiarisme, review, atau pengelolaan jurnal.

πŸ“ Praktik

Peserta langsung mencoba melakukan editorial assessment, penyuntingan, pemeriksaan naskah, atau pengelolaan metadata.

🎯 Evaluasi

Peserta mengikuti evaluasi untuk mengetahui pemahaman yang telah diperoleh.

Dengan metode tersebut, pelatihan diharapkan tidak berhenti pada β€œtahu”, tetapi berkembang menjadi β€œmampu melakukan”.

Output yang Diharapkan

Setelah mengikuti program, peserta diharapkan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam:

βœ… memahami alur penerbitan ilmiah
βœ… mengelola naskah secara sistematis
βœ… menjalankan tugas editorial
βœ… memahami proses peer review
βœ… menerapkan etika publikasi
βœ… mengelola jurnal dan buku ilmiah
βœ… memahami ISBN, ISSN, DOI, dan metadata
βœ… menggunakan platform digital penerbitan
βœ… bekerja secara kolaboratif dalam tim penerbitan
βœ… menjaga kualitas serta integritas publikasi.

Bukan Sekadar Pelatihan, tetapi Investasi Kompetensi

Penerbitan ilmiah membutuhkan SDM yang terus belajar karena standar, teknologi, dan kebutuhan publikasi terus berkembang. Penguatan kompetensi menjadi bagian penting untuk membangun proses penerbitan yang lebih konsisten dan profesional.

Saat ini, berbagai lembaga di Indonesia juga telah mengembangkan pelatihan berbasis kompetensi untuk bidang penulisan, editorial, pengelolaan penerbitan, dan jurnal ilmiah. Beberapa program mengacu pada SKKNI maupun standar kompetensi khusus penerbitan. 

Dengan demikian, pelatihan dapat dirancang bukan hanya sebagai kegiatan satu hari, tetapi sebagai program pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.

πŸ“… Program Peningkatan Kompetensi Pelaku Penerbitan Ilmiah

Untuk pelaksanaan pada 30 Oktober, kegiatan dapat dikemas dengan pendekatan:

Belajar β†’ Berdiskusi β†’ Praktik β†’ Evaluasi β†’ Implementasi

Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan dapat membawa pulang bukan hanya materi pelatihan, tetapi juga keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam pekerjaan penerbitan sehari-hari.

Tingkatkan Kompetensi, Perkuat Profesionalisme, Majukan Penerbitan Ilmiah.

Program ini dapat menjadi langkah bagi perusahaan untuk membangun tim penerbitan yang lebih kompeten, adaptif, profesional, dan berorientasi pada kualitas publikasi.


SUDAHKAH KAMU MENGIKUTI PELATIHAN GET PRESS INDONESIA? πŸŽ“βœ¨

Jangan hanya bekerja dan menjalani rutinitas.
Terus belajar, tambah skill, dan kembangkan diri! πŸš€

Karena setiap pelatihan adalah kesempatan untuk menambah wawasan, meningkatkan kompetensi, dan menjadi versi terbaik dari dirimu.

πŸ”₯ JANGAN SAMPAI KETINGGALAN!
Yuk, ikuti pelatihan dari Get Press Indonesia dan tingkatkan kemampuanmu bersama kami.

Klik di sini untuk melihat informasi pelatihan!