Skip to main content
Kembali ke Portal Berita
Sastra 17 Apr 2026

Sastra Masuk Kurikulum dan Kesempatan Baru Membaca Karya Indonesia

Sastra di sekolah membuka peluang agar murid berjumpa dengan bahasa, imajinasi, sejarah, dan nilai kemanusiaan secara lebih hidup.

Sastra Masuk Kurikulum dan Kesempatan Baru Membaca Karya Indonesia

Program Sastra Masuk Kurikulum memberi ruang baru bagi karya sastra untuk hadir dalam pengalaman belajar. Sastra tidak hanya diposisikan sebagai hafalan nama pengarang, tetapi sebagai bahan percakapan tentang manusia, masyarakat, bahasa, dan imajinasi.

Badan Bahasa mencatat bahwa rekomendasi buku sastra untuk pendidikan dasar dan menengah mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Bagi guru, ini menjadi kesempatan untuk merancang pembelajaran yang mengajak murid membaca, menafsirkan, berdiskusi, dan menulis respons.

Bagi penulis dan penerbit, kehadiran sastra di sekolah juga menjadi pengingat bahwa karya yang kuat dapat hidup lintas generasi jika dikelola, dibaca, dan diperkenalkan dengan cara yang tepat.

Catatan GetPress: sekolah dapat memulai dari klub baca kecil, pembacaan puisi, jurnal respons, atau diskusi cerpen singkat sebelum masuk ke proyek yang lebih besar.

Referensi: Badan Bahasa - Menerawang Program Sastra Masuk Kurikulum.